
Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BB-TNKS) secara resmi mengumumkan penutupan total seluruh jalur pendakian menuju puncak Gunung Kerinci terhitung mulai pekan ini hingga batas waktu yang belum ditentukan. Keputusan darurat ini diambil menyusul adanya laporan dan peringatan dini dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan di kawah gunung berapi tertinggi di Indonesia tersebut. Berdasarkan hasil pemantauan instrumental dan visual, Gunung Kerinci menunjukkan eskalasi kegempaan tremor yang terus-menerus, disertai dengan erupsi abu vulkanik ringan dan pelepasan gas belerang dengan konsentrasi yang membahayakan pernapasan. Radius aman telah ditetapkan, dan zona larangan beraktivitas diperluas demi memastikan tidak ada nyawa manusia yang terancam oleh potensi letusan freatik maupun hembusan gas beracun yang bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda pendahuluan.
Sebagai langkah mitigasi langsung, pihak pengelola TNKS bersama aparat keamanan setempat dan komunitas pemandu wisata dari Desa Kersik Tuo telah melakukan penyisiran dan evakuasi terhadap seluruh pendaki yang masih berada di pos-pos perkemahan, terutama di area Shelter 2 dan Shelter 3 yang paling dekat dengan kawah aktif. Proses evakuasi berjalan lancar tanpa kepanikan, dan saat ini gerbang pintu masuk pendakian telah disegel serta dijaga ketat oleh petugas polisi kehutanan. Penutupan ini tentu berdampak pada ratusan pendaki, baik domestik maupun mancanegara, yang telah memesan tiket dan merencanakan ekspedisi mereka jauh-jauh hari. Namun, otoritas terkait menegaskan bahwa keselamatan nyawa manusia adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar, mengalahkan kepentingan pariwisata maupun olahraga alam bebas dalam situasi krisis kebencanaan seperti ini.
Selama masa penutupan, pihak TNKS dan PVMBG akan terus berkoordinasi memantau fluktuasi aktivitas Gunung Kerinci selama 24 jam penuh setiap harinya. Masyarakat yang bermukim di desa-desa lereng gunung diimbau untuk tetap tenang, tidak terpancing oleh informasi hoaks yang beredar di media sosial, dan selalu mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Bagi para pendaki dan agen perjalanan wisata, pihak pengelola menyarankan agar menjadwal ulang rencana pendakian atau mengalihkan tujuan wisata ke destinasi lain di sekitar Kabupaten Kerinci yang aman dari dampak vulkanik. Jalur pendakian hanya akan kembali dibuka untuk umum setelah ada rekomendasi resmi dari PVMBG yang menyatakan bahwa status aktivitas Gunung Kerinci telah kembali normal dan aman untuk dikunjungi.
Generated by Gemini
