Sekilas Tentang TNKS
Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) pertama kali ditetapkan pada tahun 1999 dengan luasan 1,375,349.867 ha. Kemudian, pada tahun 2004 luas taman nasional ini ditambah dengan luas hutan di kawasan Sipurak Hook yang merupakan habitat inti dari harimau sumatra sehingga luas total kawasan TNKS menjadi ± 1.389.509,867 ha. Dengan luasan ini TNKS adalah habitat bagi flora dan fauna khas dan endemis Sumatra yang beberapa diantaranya merupakan flora dan fauna yang langka dan dilindungi baik menurut undang-undang nasional maupun konvensi internasional.
Menjadi habitat yang nyaman bagi kehidupan harimau sumatra, gajah sumatra, rangkong, Rafflesia, bunga bangkai dan memberikan kemaslahatan bagi masyarakat
Misi pengelolaan TNKS sebagai berikut:
- Memperbaiki kualitas habitat harimau sumatra, gajah sumatra, rangkong, Rafflesia, bunga bangkai;
- Mengurangi tingkat gangguan kawasan;
- Mengembangkan pemanfaatan potensi jasa lingkungan;
- Mengembangkan kerja sama dengan para pihak.
Tujuan pengelolaan TNKS sebagai berikut:
- Mempertahankan populasi harimau sumatra dan satwa mangsa;
- Menyediakan data bioekologi gajah sumatra dan rangkong;
- Menyediakan data bioekologi Rafflesia, bunga bangkai, dan tumbuhan lainnya;
- Mengembangkan pemanfaatan jasa lingkungan (wisata, air, dan lainnya) kawasan TNKS;
- Meningkatkan dukungan para pihak untuk kelestarian ekosistem TNKS;
- Meningkatkan kualitas manajemen.
Potensi TNKS
Kawasan TNKS sangat penting karena menjadi daerah tangkapan air dan menjadi hulu sungai-sungai besar dan kecil yang menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar, baik sebagai air yang dimanfaatkan langsung, pengairan, penggunaan domestik bahkan sebagai pembangkit tenaga listrik
