Wisata Non-Pendakian di TNKS
Danau Kaca terletak di Resort PTN Sungai Penuh, Seksi PTN Wilayah I Kerinci, Bidang PTN Wilayah I Jambi pada ketinggian 1.229 m dpl. Kawasan Danau Kaca memiliki zona pemanfaatan seluas ± 5 ha. Danau Kaca terletak di kawasan TNKS yang berbatasan dengan Desa Lempur, Kec. Gunung Raya Kabupaten Kerinci, dan berada dalam wilayah hukum adat Lekuk Lima Puluh Tumbi Lempur. Kawasan ini berbatasan dengan Hutan Adat Gunung Batuah, Lempur
Terletak di Resor PTN Kerinci Utara, berdekatan dengan Gunung Kerinci dan Gunung Tujuh. Berada pada ketinggian 1.300 m dpl, Rawa Bento merupakan ekosistem rawa tertinggi di Sumatra. Kawasan ini terdiri dari rawa bergambut, sungai, dan sedikit daratan berupa hutan rawa kerdil. Vegetasi dominan di Rawa Bento adalah rumput bento, enceng gondok, pohon balam dan pohon gelam. Kawasan ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat Jernih Jaya sebagai operator perahu pengunjung
Merupakan kawasan hutan perbukitan dan hutan sub-montana, termasuk dalam zona inti dan zona rimba, dengan sedikit zona rehabilitasi. Jenis tumbuhan penting yang terdapat di kawasan ini adalah tusam kerinci (Pinus merkusii galur Kerinci), sedangkan satwa yang dapat dijumpai antara lain Nycticebus coucang, Tarsius bancanus, Neofelis nebulosa, Pardofelis marmorata, Catopuma temminckii, Ciconia episcopus. Jenis kegiatan wisata yang sudah dilakukan meliputi hiking, birdwatching, jungle trekking, dan lain sebagainya. Permasalahan yang dihadapi di kawasan ini adalah perambahan dan pembalakan liar
Danau Depati IV berada di Resort PTN Merangin Selatan, SPTN Wilayah II, dan secara administratif berada di wilayah Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin. Kawasan ini berada di ketinggian 1.200 m dari permukaan laut dengan luas 383 ha. Berdasarkan wilayah administratif desa danau ini berada pada 3 (tiga) desa yaitu desa Rantau Kermas, Koto Rawang dan Pulau Tengah serta hutan adat Marga Serampas seluas 24 ha
Terletak di puncak bukit Belibis pada 1.000 m dpl dengan luas 2 ha. Termasuk dalam Resor PTN Kerinci Utara, SPTN Wilayah I Kerinci. Dikelilingi oleh kawasan hutan sub-montana dengan topografi curam. Merupakan habitat itik alis (Anas superciliosa). Permasalahan yang ada di sekitar danau Belibis adalah penggunaan kawasan tanpa izin
Kawasan hutan pendidikan MADAPI terletak di Resort PTN Rejang Lebong, SPTN Wilayah VI, di desa Karang Anyar Pal VIII Kec. Bermani Ulu Raya dengan luas 212,807 hektar. Kawasan ini termasuk tipe hutan sub-montana, dengan ketinggian 900-1.000 m dpl. Nama MADAPI berasal dari 3 (tiga) kelompok vegetasi utama di kawasan ini, yaitu: kelompok hutan pinus (Pinus merkusii), hutan damar (Agathis sp.) dan hutan mahoni (Switenia spp.). Kawasan ini merupakan habitat bagi rangkong (Buceros sp.), elang (Ictinaetus sp.), cucak daun (Chloropsis sonerati), kutilang (Pycnonotus aurigaster), burung madu (Entomyzon cyanotis), kera ekor panjang (Macaca fascicularis), simpai (Presbytis melalophos) dan siamang (Symphalangus syndactylus). Rencana pengembangan wisata di kawasan ini meliputi aktivitas perjalanan seperti kegiatan jalan-jalan dan hiking, aktivitas sosial seperti camping; artistik atau estetik seperti memotret dan pembuatan film; petualangan dengan tantangan (high adventure) seperti survival, games, outbound; dan rumah pohon
Bukit Bontak terletak di Resort PTN Sungai Lambai, SPTN Wilayah IV. Termasuk dalam hutan sub-montana (sub-montane forest), dengan ketinggian berkisar 800-1.400 m dpl dengan jenis flora puspa (Schima wallichii), burahol (Stelecocarpus burahol), mangga hutan (Mangifera sp.), 45 Jenis anggrek yang didominasi oleh genus Bulbophyllum dan Spatoglottis; serta Rafflesiaceae yaitu Rizanthes Lowii yang ditemukan menyebar di sekitar danau dan lereng sebelah barat Bukit Bontak. Fauna yang banyak ditemui di kawasan ini adalah monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), lutung (Trachypthecus cristata), simpai (Presbytismelalophos), ungko (Hylobates agilis), siamang (Symphalangus syndactylus), kukang (Nyctecebus caucang), lutung hitam (Presbytis cristata), beberapa jenis burung dari famili Bucerotidae, dsb. Jenis kegiatan wisata yang dapat dilakukan adalah trekking, pengamatan flora dan fauna, melihat panorama alam, camping, dan pendakian
Zona Pemanfaatan Air Terjun Lumpo berada di wilayah Kanagarian (Desa) Limau Gadang Lumpo, Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatra Barat dan termasuk dalam wilayah Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Painan, Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Sumatra Barat. Kawasan obyek Air Terjun Lumpo meliputi obyek Lubuk Beringin, Lubuk Baan, Ngalau Gadang, Puncak Panorama Lumpo, Gunung Sugirik, Air Terjun Sarasah Talang Lumpo, dan Air Terjun Lubuk Ijau. Rencana pengembangan wisata alam di kawasan Air terjun Lumpo meliputi aktivitas perjalanan seperti trekking dan hiking, aktivitas sosial seperti camping dan piknik, aktivitas artistik, seperti memotret dan melukis serta wisata tirta yaitu bermain pelampung tubing dan mandi di Sungai Lumpo
Merupakan Komplek Goa dengan keunikan stalaktit dan stalagmit yang khas. Kawasan hutan sekitar merupakan hutan pegunungan tengah dengan pohon Kasui sebagai jenis dominan. Satwa yang dijumpai termasuk diantaranya Macaca fascicularis, Hipposideros galeritus, Hystrix (Thecurus) sumatrae, Manis javanica dan lain sebagainya
