
Setiap tanggal 29 Juli, kawasan wisata alam Camping Ground Hutan Madapi (Mahoni, Damar, Pinus) di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, disulap menjadi pusat perayaan edukatif yang penuh warna dalam rangka memperingati Hari Harimau Sedunia (Global Tiger Day). Pemilihan lokasi yang berada tepat di zona pemanfaatan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) ini memberikan atmosfer yang sangat relevan, mengingat hutan di baliknya merupakan salah satu benteng pertahanan terakhir yang paling krusial bagi populasi Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). Acara tahunan ini diinisiasi oleh Balai Besar TNKS bekerja sama dengan berbagai Organisasi Non-Pemerintah (NGO) lingkungan, pemerintah daerah, dan komunitas pecinta alam. Tujuannya sangat jelas: membangkitkan kesadaran kolektif masyarakat luas akan status konservasi harimau yang saat ini berada di ambang kepunahan, serta menumbuhkan rasa bangga bahwa satwa kharismatik ini adalah warisan alam tak ternilai milik bangsa Indonesia.
Rangkaian acara Global Tiger Day di Hutan Madapi dikemas dengan pendekatan yang sangat merakyat, interaktif, dan jauh dari kesan kaku. Area perkemahan yang dinaungi pepohonan pinus raksasa dipenuhi dengan berbagai stan pameran yang menampilkan infografis interaktif mengenai wilayah jelajah harimau, pameran alat patroli polisi kehutanan, hingga pertunjukan teatrikal dari pemuda setempat yang mengisahkan konflik manusia dan satwa liar dengan pesan moral yang mendalam. Salah satu agenda yang paling menarik perhatian adalah demonstrasi pembongkaran jerat kawat pemburu liar yang dilakukan langsung oleh tim Tiger Protection and Conservation Unit (TPCU). Melalui simulasi ini, para pengunjung, terutama pelajar dan mahasiswa, diajak untuk memahami betapa kejamnya ancaman perburuan ilegal dan betapa beratnya tugas para penjaga rimba yang bertaruh nyawa melakukan patroli masuk-keluar hutan demi melindungi sang raja rimba.
Puncak dari perayaan ini biasanya ditandai dengan deklarasi bersama dan aksi penanaman ratusan bibit pohon endemik di area penyangga Hutan Madapi. Momen ini menjadi simbol komitmen lintas sektor—mulai dari tetua adat, kepala desa, aktivis lingkungan, hingga aparat kepolisian—untuk bersatu padu menghentikan deforestasi dan pembalakan liar yang merusak koridor habitat harimau. Global Tiger Day di Hutan Madapi membuktikan bahwa kampanye konservasi tidak harus selalu dilakukan di ruang seminar hotel berbintang, melainkan bisa disuarakan langsung dari pinggiran hutan, melibatkan partisipasi aktif masyarakat akar rumput. Dengan menanamkan kecintaan sejak dini kepada generasi muda, diharapkan auman Harimau Sumatera tidak akan pernah pudar dari lanskap Kerinci Seblat, melainkan terus menggema sebagai simbol keseimbangan ekosistem dan kebanggaan ekologis Sumatera.
Generated by Gemini
